Tabligh Akbar dengan Aa Gym

 

Setiap insan yang hidup dan berjalan di muka bumi ini diwajibkan untuk memiliki akhlak yang baik. Namun, apakah yang memicu seseorang memiliki kebaikan akhlak? dan bagaimana cara kita meningkatkan akhlak kita agar kita selalu berjalan di jalan yang benar dan diridhai Allah SWT? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Aa Gym mengulas pentingnya ilmu akhlak ini dalam kunjungannya di kampus RMIT, Australia. Kunjungan yang dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2018 ini, dihadiri oleh mahasiswa asal Indonesia yang bermukim di Melbourne.

Demi peningkatan akhlak umat manusia, Rasulullah SAW diutus ke bumi untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak karena hal tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk menilai kesempurnaan iman dan ibadah. Akan tetapi, manusia cenderung lebih banyak membersihkan penampilan luar/casing saja, tetapi hati jarang dibersihkan. Aa Gym menambahkan, sehubungan dengan hati, terdapat 3 jenis qalbu yang terdapat pada setiap insan di muka bumi ini.

Yang pertama, Qolbun mayyit. Di saat hati dalam kondisi seperti ini, hati manusia mati dalam melihat kebaikan. Seseorang yang hatinya mati cenderung memiliki perilaku yang rendah karena tidak ada pedoman dan pengarah dalam setiap keputusan dan tingkah laku yang dijalaninya. Kedua, Qolbun maridh, atau dengan kata lain hati yang sakit. Dalam keadaan seperti ini, seseorang cenderung sulit mengakui dan mengetahui bahwa hatinya sedang sakit, tidak seperti saat sakit raga yang mudah terasa dan diketahui. Oleh karena itu, kehati-hatian tentang merasakan sakit hati perlu ditingkatkan agar kita tidak terjebak akan penyakit hati yang satu ini. Dan yang terakhir adalah Qalbun sahi atau hati yang sehat. Keadaan hati yang prima menyebabkan manusia terhindar dari 7 penyakit yakni: syirik, munafik, takabur, dengki, ujub, cinta dunia, takut mati.

Selain membahas hati, Aa Gym juga memberikan uraian tentang pentingnya menjaga tauhid untuk menjaga kemurnian akhlak yang kita miliki. Tauhid dapat diaplikasikan sehari-hari dengan cara mengingat Allah SWT setiap panca indera kita digunakan saat berinteraksi, melihat, mendengar dan merasakan ciptaannya (Creations). Sehingga, diri kita akan senantiasa tenang karena Allah SWT sang maha pengatur dan pemberi rizki untuk segala yang melata di bumi. Selain itu, Tauhid membedakan arti dari suatu kejadian. Sehingga manusia dapat melihat kejadian dari perpektif yang positif dan memaknainya secara lebih mendalam. Sebagai contoh, dengan ilmu tauhid, kita dapat menilai kejadian ‘mobil mogok’ dengan tenang dan positif. Karena kita akan senantiasa husnuzan dan percaya bahwa ada rezeki orang lain (tukang derek, tukang bengkel, dll) di dompet atau uang kita, yang telah diatur segalanya oleh Allah SWT.

Pada dasarnya, tauhid mengajarkan kita untuk menyadari bahwa kita tidak membawa apa-apa saat lahir di dunia ini. Bahwa segalanya adalah amanah dari Allah SWT. Dengan melihat sudut pandang ini, hati kita akan menjadi tenang karena tidak akan terlalu sibuk memikirkan harta benda, dunia, serta pujian dari orang lain.

Semoga uraian singkat oleh Aa Gym tentang hati ini dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Aammiin.

Sunday, 18 March 2018 (2-5pm), RMIT Building 80, Melbourne, Australia.

Dirangkum oleh: Yogi S. M

Diedit oleh: Angen Yudho Kisworo.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s