Liputan Olimpiade MIIS & Indomelb: Menang atau Kalah yang Penting Bergembira

Bulan Agustus ini adalah bulan yang luar biasa sibuk bagi warga MIIS. Dimulai dari acara winter trip & perayaan 17 Agustusan di Mt. Buller, kegiatan paintball pada 23 Agustus dan sekarang pertandingan Olimpiade bersama rekan-rekan IndoMelb.

Acara Olimpiade MIIS-IndoMelb tahun ini dipusatkan di Brunswick Community Centre di 4 Gardiner St dan Clifton Park, di mana IndoMelb menjadi tuan rumahnya. Ada 3 cabang olah raga yang dipertandingkan: bulu tangkis (putra putri), basket (putra) dan sepakbola (putra). Selain itu ada pula permainan uji ketangkasan dan kegembiraan lainnnya, seperti  gaple, lempar koran, ‘angkat beban’, hulahup dan lomba balap karung anak-anak.

Cabang bulu tangkis menjadi partai pembuka yang dipertandingkan. Dimulai pada pukul 9 pagi, cabang ini memainkan 4 nomor, tunggal putra putri dan ganda putra putri. Secara keseluruhan, cabang ini dimenangkan oleh tim IndoMelb dengan skor 3-1, di mana satu-satunya kemenangan tim MIIS diperoleh di sektor tunggal putri yang diwakili oleh mbak Wilud. Kekalahan ini membuat MIIS gagal mempertahankan pencapaian tahun lalu, ketika pasukan Clayton berhasil mendominasi sektor ini.

Cabang berikutnya adalah bola basket putra. Diperkuat pemain-pemain andalan macam kang Fahd, bung Donny dan Aa Ilham, tim MIIS berhasil menang dengan skor 31-15. Pertandingan selama 2×20 menit berlangsung dengan sangat menarik dan dalam tempo yang tinggi. Lewat kombinasi permainan bertahan dan menyerang yang kompak, tim MIIS berhasil mendominasi di kedua babak. Kemenangan ini menjadi caatan tersendiri, mengingat tahun lalu tim bola basket MIIS gagal menaklukkan tim IndoMelb.

Setelah sekitar 3 jam para supporter Claytonmania menyemangati tim bulu tangkis dan basket, akhirnya para supporter mendapatkan kesempatan untuk mengisi energi mereka dengan santapan hidangan khas Indonesia di Bazaar makanan yang tersedia. Menunya ternyata sangat bervariasi mulai dari sate padang, bebek goreng ala pak Slamet, pempek, mie ayam dan aneka makanan ringan. Wow…benar-benar membuat lidah bergoyang…

Ketika jam sudah menunjukkan pukul 12, aktivitas Olimpiade kemudian dipusatkan di Clifton Park. Sambil menunggu cabang sepakbola yang dipertandingkan pada pukul 2 sore, beragam game selingan pun diadakan oleh panitia IndoMelb. Dengan sangat antusias warga MIIS berpartisipasi pada permainan yang dipertandingkan. Kemeriahan pun tercipta ketika game “pasangan dunia akhirat”, tangkap bola pakai ember, hulahup dan lempar koran dipertandingkan. Lokasi Clifton Park yang juga berdekatan dengan taman bermain anak-anak dan aneka jajanan pinggir jalan, membuat rombongan keluarga dari  kampung Clayton ini benar-benar menikmati suasana yang ada. Cuaca pun sangat bersahabat, cerah di kisaran 25 derajat. Pendek kata, semua bergembira!!

Tepat pukul 2 sore, pertandingan sepakbola pun dimulai. Menggunakan kostum biru, tim MIIS yang diwakili oleh pasukan Persigon (Persatuan Sepakbola Indonesia Lapangan Fregon) mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu, paling tidak lini depan Persigon membuat 2 percobaan ke gawang, kendati belum menemui sasaran. Tidak mau dipermalukan tamnunya, tim IndoMelb yang berkostum hitam-hitam, ganti menekan lini pertahanan Persigon. Diawali kemelut di depan gawang Persigon, wasit menghadiahi IndoMelb penalti. Joy sang kapten IndoMelb mengeksekusi tendangan 12 pas tersebut, tapi kiper Ponco berhasil menepisnya. Skor masih 0-0!

Namun, IndoMelb tidak menunggu lama untuk menjebol gawang Persigon. Diawali dari sepak pojok hasil tepisan tendangan penalti, kemelut kembali terjadi di gawang Persigon dan Gol! 1-0. Selang 2 menit kemudian kembali gawang Persigon kebobolan, kali ini lewat serangan balik cepat yang gagal diantisipasi lini belakang tim tamu. 2-0!

Tidak mau dipermalukan dengan skor telak, Persigon bereaksi dengan mengganti sejumlah pemain. Hasilnya jitu, di menit 25, sebuah serangan rapi Persigon berujung pada pelanggaran di kotak penalti IndoMelb. Dahana, sang Kapten Persigon siang itu berhasil mengeksekusinya dengan baik. 2-1!

Keasikan menyerang untuk mencari gol penyama, Persigon kembali harus kebobolan di menit 30. Kali ini karena kesalahpahaman di lini belakang Persigon. Bola umpan lambung gagal disapu bersih oleh lini pertahanan tim Clayton ini, bola liar, diteruskan oleh penyerang Indomelb menjadi gol 3-1!

Di babak kedua Persigon berusaha langsung menekan mencari gol penyeimbang. Tidak sia-sia di menit 5 babak kedua, mereka berhasil mencuri gol lewat penetrasi Sammy yang kemudian mengirim umpan ke Alan untuk diteruskan menjadi gol. 3-2!

Berusaha untuk mencari tambahan gol, Persigon mulai bermain lebih terbuka. Beberapa peluang pun tercipta, tapi solidnya pertahanan IndoMelb membuat berbagai upaya mereka kandas. Sebaliknya, sebuah serangan balik cepat dari tim tuan rumah, berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang IndoMelb, sekaligus memperlebar skor menjadi 4-2. Skor ini ternyata bertahan terus sampai peluit akhir dibunyikan.

Sekitar pukul 4 sore, Olimpiade pun ditutup dengan penyerahan piala bergilir setiap cabang serta penarikan door prize. Diselingi foto-foto dan ucapan perpisahan, kontingen MIIS dan Persigon pun berpamitan. Terima kasih IndoMelb atas sambutan dan kemeriahannya. Sampai bertemu lagi tahun depan!

**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s