Laporan Paintball MIIS: Seru!

10544399_693500137372305_5773794959410539804_n

Seru…
Itu kata yang terucap dari peserta Paintball MIIS yang diadakan pada Sabtu 23 Agustus 2014 yang lalu. Para peserta yang seluruhnya berjumlah 21 orang benar-benar mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dari permainan ketangkasan menembak antarkelompok ini. Kegiatan dilakukan di World Series Paintball Oakleigh.

Sebelum memulai permainan, para peserta harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Registrasi dilakukan dengan sistem komputerisasi untuk memasukan informasi pribadi dari peserta permainan. Setelah registrasi dilakukan, maka agenda selanjutnya adalah briefing aturan keamanan permainan. Dalam briefing tersebut peserta juga diminta untuk menggunakan perlengkapan bermain seperti baju terusan, helm, sabuk dan pengenalan teknik menembak.

Setelah briefing selama 15 menit tersebut usai, maka kami diminta untuk berkumpul di dekat area bermain. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh mayoritas peserta untuk mengambil foto dan beraksi di depan kamera dengan perlengkapan bermain yang sudah terpasang lengkap.  Tak lama kemudian kami juga diberikan jatah peluru untuk kami gunakan saat “perang” nanti. Setiap peserta mendapatkan 300 peluru yang terbagi dalam 3 wadah amunisi.

Selanjutnya, tiba giliran kami untuk bermain. Kami mendapat jatah bermain di junk yard, di mana lokasi peperangan didominasi oleh banyak mobil-mobil bekas dan ban-ban yang menyerupai benteng pertahanan, persis seperti situasi perang kota di film-film Holywood. Peserta pun diberikan briefing mengenai aturan permainan, penggunaan amunisi, teknik menembak serta safety rules dalam membawa senjata di arena peperangan.

Simulasi pun dimulai…
Kami dibagi menjadi 2 kelompok dengan 3 jenis aturan permainan. Masing-masing permainan dilaksanakan dalam 3 babak. Aturan pertama, kedua grup harus berjuang memperebutkan ‘jirigen’ yang diletakkan di tengah arena permainan. Selama 5 menit kedua grup berusaha untuk mendapatkan jirigen tersebut. Siapa yang berhasil mendapatkan dan membawa jirigen tersebut ke wilayahnya, maka tim tersebut akan memenangkan gim tersebut. Aturan kedua, masih tentang jirigen. Tapi kali ini, jirigen harus dijauhkan dari wilayah pertahanan masing-masing tim. Jirigen dijauhkan dengan cara dilempar atau ditendang. Pada akhir waktu permainan , tim yang di wilayahnya terdapat jirigen tersebut, dinyatakan sebagai pihak yang kalah. Aturan terakhir adalah checkpoint. Di mana setiap grup harus menuju tiga checkpoint di tengah wilayah peperangan dan memunculkan tanda warna  grup mereka (biru atau merah). Grup yang mampu memunculkan warna kelompoknya di ketiga checkpoint tersebut, dinyatakan sebagai pemenang.

Selain dibutuhkan ketangkasan dan pengaturan strategi yang jitu…paintball ini juga ternyata membutuhkan fisik yang prima. Para peserta harus mampu berlari dengan cepat dari satu posisi ke posisi yang lain, sambil menenteng senjatanya masing-masing dan berusaha untuk menghindar dari tembakan pihak lawan. Sungguh sebuah pekerjaan yang tidak mudah…

Setelah kurang lebih bermain selama 2,5 jam, kami punya menyudahi peperangan tersebut. Ternyata paket “Sniper” yang hanya berisi 300 peluru juga membuat banyak peserta kehabisan amunisi sebelum babak akhir permainan ketiga dimulai.

Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dan sukses. Tujuan MIIS untuk mengakrabkan warga Clayton dan sekitarnya dengan bersimulasi main perang-perangan sepertinya cukup sukses. Ini ditunjukkan dengan munculnya keinginan dari para peserta untuk melakukan kegiatan serupa di masa-masa mendatang. Semoga…

**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s