Liputan: Sharing Alumni MIIS Bersama Muliaman D. Hadad (Ketua Dewan Komisioner OJK RI)

Jika Anda berkesempatan untuk bertemu dengan seorang pimpinan lembaga yang memiliki tugas untuk mengawasi aset  keuangan sebesar 10.511 trilyun rupiah, kira-kira hal apa yang akan Anda diskusikan?

MIIS_Muliaman_7 MIIS_Muliaman_5 MIIS_Muliaman_9 MIIS_Muliaman3 MIIS_Muliaman_8MIIS_Muliaman_10

Pada hari Kamis 15 Mei 2014 yang lalu, MIIS mendapatkan kesempatan istimewa untuk bertemu dengan salah satu alumninya – Muliaman D. Hadad, PhD. Beliau pernah  menjabat ketua MIIS periode tahun 1990an ketika ia  sedang menempuh program Doktor bidang Banking & Finance di Monash University.

Pak Muliaman, saat ini dipercaya untuk menjadi Ketua Dewan Komisioner – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia untuk periode tahun 2012-2017. Sebelumnya, ia memegang jabatan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. OJK adalah lembaga “super” amanat UU No. 21/2011 yang dibentuk untuk menggantikan peran pengawasan perbankan oleh Bank Indonesia dan pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan yang sebelumnya dipegang oleh Bapepam-LK. Disebut “super” karena lembaga ini mengawasi institusi perbankan dan lembaga keuangan yang total asetnya mencapai lebih dari 10.511 trilyun rupiah – 8 kali lipat nilai APBN RI!!

Diskusi bersama pak Muliaman berlangsung hangat dan akrab di ruangan lantai 2 Faculty of Education, kampus Monash University Clayton. Lebih dari 30 warga MIIS hadir di acara ini, suatu jumlah yang luar biasa, mengingat kepastian tentang acara ini baru diinformasikan 12 jam sebelumnya. Kegiatan menjadi semakin hangat ketika disuguhkan pula bubur ayam khas Clayton oleh ibu-ibu MIIS sebagai menu utama santap malam.

Terkait diskusi dan sharing, berikut beberapa petikan penting yang bisa disampaikan:

Tentang peran OJK
OJK memiliki tantangan yang tidak mudah dalam mengawasi industri jasa keuangan Indonesia yang terus tumbuh dan menjadi salah satu yang paling bersinar di tingkat Asia. OJK juga memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pendidikan  kepada  masyarakat tentang pentingya pengelolaan keuangan termasuk askes pembiayaan, investasi dan pengelolaan dana pensiun.

Tentang Pertumbuhan Ekonomi dan Kesenjangan Pendapatan
Ekonomi Indonesia terus tumbuh kendati belum menyelesaikan masalah kesenjangan pendapatan. Pak Muliaman percaya bahwa akses masyarakat pada permodalan termasuk kredit mikro dari bank adalah salah satu syarat utama untuk mengentaskan kemisikinan. Berkaca pada  kesuksesan bank rakyat miskin milik Muhammad Yunus di Bangladesh, Indonesia kini berusaha membuka akses pembiayaan untuk pelaku usaha kecil. Ini bisa dilihat dengan semakin banyaknya bank-bank besar yang ikut terjun pada sektor perkreditan mikro dan semakin tumbuhnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di daerah-daerah.

Tentang keterlibatan dunia pendidikan dalam pengentasan kemiskinan
Sangat penting. Ini bisa dilihat antara lain lewat kerjasama OJK dan beberapa universitas untuk meyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dengan memberikan pembinaan dan pelatihan khusus di bidang keuangan rakyat dan pengelolaan usaha.

Tentang kesuksesan pribadi
Pak Muliaman menjawab bahwa tidak ada resep khusus dan istimewa dari apa yang dilakukannya selama ini. Bahwa keberhasilannya dalam berkarier, menurutnya juga bisa dilakukan oleh orang kebanyakan. Namun, ia menyampaikan pesan penting tentang 2 hal yang bisa menjadi kunci sukses dalam berkarier yaitu faktor kecerdasan emosional (EQ) dan kekuatan jejaring pertemanan (networking).

Tentang opini bahwa ekonomi disandera oleh dunia politik
Ia menjawab bahwa justru saat ini politik Indonesia semakin dewasa dan cenderung terjadi fenomena decoupling antara ekonomi dan politik – di mana situasi politik tidaklah berpengaruh signifikan terhadap kondisi ekonomi. Hal ini bisa dilihat dari minimnya gejolak pasar ketika ada dinamika politik saat Pemilu legislatif dan pemilihan Presiden.

Tentang tantangan ekonomi Indonesia ke depan
Muliaman menyoroti tentang pentingnya peningkatan infrastruktur pembangunan guna menopang laju perekonomian. Ia mengakui bahwa sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah saat ini terkait pembangunan infrasturktur, sehingga hal ini hendaknya bisa dijadikan dasar oleh pemimpin berikutnya untuk mengembangkan potensi yang ada. Ia juga menambahkan bahwa tantangan yang tak kalah besarnya juga muncul dari pergerakan buruh – di mana aksi mereka bisa berpengaruh terhadap  iklim investasi di Indonesia.

Setelah beramah tamah dan berdiskusi selama kurang lebih 3 jam, akhirnya acara yang akrab dan penuh suasana kekeluargaan tersebut ditutup dengan foto bersama dengan segenap warga MIIS yang hadir dan ucapan terima kasih dari beliau atas sambutan yang diberikan oleh warga.

Sampai jumpa lagi pak Komisioner OJK! Selamat dan sukses dalam menjalankan tugas-tugasmu.

Salam dari Clayton!
**

Peliput: Gatot Soepriyanto (gatot_soepriyanto@yahoo.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s