Pelatihan Penulisan Buku #1: Menjadi Penulis Profesional

Poster Pelatihan Penulisan Buku #1

 

Monash Indonesian Islamic Society (MIIS)
Proudly presents
Pelatihan Penulisan Buku #1: Menjadi Penulis Profesional

 Jika semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku, apa yang membedakan satu penulis dengan penulis lainnya? Di antara sejumlah jawaban, barangkali kata “profesionalisme” berada di urutan pertama.

Profesionalisme adalah perpaduan antara konsistensi dan kualitas. Para penulis profesional adalah mereka yang konsisten mempertahankan kualitas karya mereka, di samping itu mereka juga bisa mengkonversi kualitas karya mereka menjadi peluang (opportunity).

Apa itu peluang? Di dunia di mana gagasan bisa “dijual” dan buku bisa dipahami sebagai “produk” intelektual, peluang adalah ekonomi, supply and demand, uang. Dalam logika sederhana, penulis profesional adalah mereka yang konsisten bekerja dengan idealisme dan gagasannya, tetapi di saat bersamaan mereka bisa memperlakukan idealisme dan gagasan itu sebagai bentuk investasi yang akan menambah sejumlah deret angka di saldo-saldo rekening mereka. Sampai di sini, profesionalisme dalah sebuah mindset, mentalitas, juga strategi dan tindakan: If opportunity doesn’t knock, build a door!

Pelatihan ini dirancang untuk semua orang yang berpikir bahwa mereka bisa menulis dan barangkali sudah melakukannya dengan baik tetapi masih kesulitan menemukan peluang dan konsistensi dalam berkarya. Pelatihan ini tidak mengajari Anda untuk menyusun kata-kata menjadi kalimat yang baik atau memberikan Anda sejumlah tips menulis dari menyalakan komputer hingga mencetak tulisan Anda di printer, pelatihan ini mengajak Anda untuk menjadi seorang penulis profesional. Professionals never guess—they make it their business to know their business.

Ahad, 27 April 2014 – Pukul 09.00 – 15.30
Fakultas Pendidikan, Monash University (TLS Seminar 6_110)

Materi Pelatihan

  • Sharing Session: Menulis dan Menulis Buku (1 jam)
  • Practice Session: Exceed your (Writing) Limits (2 jam)
  • Sharing Session: Writerpreneurship – Keep Calm and Earn from Writings (1,5 jam)
  • Practice Session: Menerbitkan Buku – Pengantar (1 jam)

Fasilitator:

  • FAHD DJIBRAN
  • DEWI ANGGRAENI

Tempat terbatas hanya untuk 20 peserta. Klik tautan berikut ini untuk mendaftar: goo.gl/fVERKK

Infaq MIIS dan Makan Siang $25

Ditransfer ke rekening MIIS sebelum tanggal 26 April 2014

Bank Name:  Westpac Account

Name:  Monash Indonesian Islamic Community

Branch Name:  Monash University, Clayton

BSB/Account No.:  033289 / 334300

Untuk info lebih lanjut bisa kirim e-mail ke:

pengurusmiis@gmail.com

===

Tentang Fasilitator

Fahd Pahdepie atau dikenal dengan nama pena Fahd Djibran, lahir di Cianjur, 22 Agustus 1986, merupakan penulis, pegiat kreativitas, pembicara publik, konsultan media, dan peneliti bidang ekonomi politik Internasional di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Fahd dikenal melalui pemikiran dan karya kreatifnya di bidang sastra dan media baru. Sebagai penulis, ia telah menerbitkan lebih dari 18 judul buku di berbagai penerbit nasional, di antaranya dua novel kolaborasi fiksi-musikal bersama Bondan Prakoso & Fade2Black, Hidup Berawal dari Mimpi (2011) dan Tak Sempurna (2013). Buku-bukunya yang lain menghiasi rak best-seller di jaringan toko-toko buku nasional Indonesia, di antaranya Semesta Sebelum Dunia (Mizan, 2012), Seribu Malam Untuk Muhammad (2011), dan Perjalanan Rasa (2013).

Melalui karya-karya dan pemikirannya, Fahd berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi di level nasional maupun internasional. Beberapa di antaranya, terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan UNICEF Young Writer Award (2004), Unlimited Creativity Award dari DAR!Mizan sebagai Penulis Pendatang Baru Terbaik (2005) dan Penulis Terbaik (2006). Dalam bidang pemikiran Fahd berhasil memenangkan MTQ Nasional Bidang Karya Tulis Tafsir Al-Quran (2009) dan menjadi nominator Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Bidang Kreatif dari Kementrian Pendidikan Nasional RI (2009). Karya ilmiahnya juga menjadi Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Hakteknas ke-8 Kementrian Riset dan Teknologi RI tahun 2003. Pada tahun 2011, Fahd dianugerahi Ahmad Wahib Award oleh Yayasan Wakaf Paramadina dan Hivos Foundation (Belanda) atas kontribusinya bagi toleransi dan perdamaian di Indonesia. Setahun kemudian, ia didaulat menjadi juri pada ajang bergengsi tersebut.
Saat ini, selain menulis dan meneliti, Fahd terus bereksperimen dengan media baru (new media) di bawah nama Revolvere Project, project kolaborasi sastra-musik-visual yang telah mendapatkan penghargaan dari National University of Singapore (NUS). Saat ini ia juga merupakan konsultan media untuk LSI Corporation dan merupakan co-founder Inspirasi.co.

Tahun 2011, Fahd terpilih menjadi perwakilan Indonesia dalam Young Moslem Leader Exchange Program oleh Australia-Indonesia Institute (AII) dan Kementrian Luar Negeri (DFAT) Australia. Tahun 2013, ia terpilih menjadi salah satu dari 20 orang the Asia-Pacific Emerging Leaders dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu anggota tim penulis pidato presiden dan ditugaskan ke Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat. Pada tahun yang sama ia juga mendapatkan beasiswa postgraduate dari Australia Awards untuk melanjutkan studi bidang Ilmu Hubungan Internasional di Monash University, Australia.

Read more: http://id.wikipedia.org/wiki/Fahd_Djibran

Dewi Anggraeni  – Born in Jakarta, Indonesia, Dewi Anggraeni is an Adjunct Research Associate of the School of Political and Social Inquiry, Faculty of Arts, Monash University, Melbourne.

She is the Australia correspondent for TEMPO news magazine, a regular contributor to The Jakarta Post, and an occasional contributor to various publications in Australia, including The AgeThe AustralianThe Australian Financial ReviewEureka Street, and The Canberra Times.

Her fiction works have been published in Australia, Indonesia, Malaysia, United States, and Hong Kong, in English and Indonesian languages.

She has had seven books published in Australia by Indra Publishing, six of fiction: The Root of All Evil, Parallel Forces, Stories of Indian Pacific, Journeys through Shadows, Neighbourhood Tales, and Snake; one of non-fiction, Who did this to our Bali? and the eighth, also non-fiction, in Indonesia, Dreamseekers; Indonesian Women as Domestic Workers in Asia, jointly published by Equinox Publishing and International Labour Organisation, in 2006.

Her short stories, essays and a poem have been published by the University of Queensland PressSkoob Books (Britain)Allen and Unwin, Women’s Redress Press, Sybilla Press, Monash Asia InstitutePandanus Books, Grafika Press (Indonesia) and Our Heritage Press (Indonesia).

In her non-fiction works, Dewi always tries to open up a wider perspective when viewing and covering an event, and in her fiction works, she follows her instincts, aided by the cultural experiences stored in her subconscious. In both genres, Dewi tends to cross cultural boundaries.

Sumber: http://asialink.unimelb.edu.au/calendar/events/past/book_launch_dewi_anggraeni,_breaking_the_stereotype_chinese_indonesian_women_tell_their_stories

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s